14 Januari 2012

Tawaran lolos Seleksi Seskoad: Mungkinkah ?

     Beberapa waktu terakhir ini pengunjung Seskoad 2 Seskoad ramai berkomentar seputar kekesalan karena menurut beberapa pendapat (khususnya yang sedang kesal) bahwa Seleksi Seskoad bisa diatur dengan pak Soekarno – Hatta atau pak I Gusti Ngurah Rai (Uang – red). Sebelum saya mengulas hal ini lebih jauh, saya ingin menyampaikan sebuah cerita lucu tentang penipuan;

Suatu ketika saya (anggap saja terjadi pada saya) didatangi seseorang yang menawarkan sejumlah uang palsu seratus ribu rupiah yang 99,99 % mirip dengan aslinya. Dia menjamin bahkan pihak Bank manapun tidak dapat menemukan bahwa uang tersebut adalah palsu. Saya penasaran dan mencobanya di beberapa Bank terkemuka, dan sungguh luar biasa tidak ada satupun petugas Bank yang mempermasalahkan uang seratus ribu tersebut. Logika saya mulai terganggu, karena bisa menjadi kaya dengan cara yang demikian mudah tanpa harus bersusah payah. Kalau modal sejuta untungnya sembilan juta, kalau sepuluh juta untung sembilan puluh juta . . . . RUARRR BIASA !!.

Saya putuskan untuk mencoba dulu satu juta, kemudian saya tabungkan seluruh uang palsu yang saya terima, saya baca saldo di tabungan saya telah bertambah sepuluh juta. Seminggu kemudian saya didatangi orang tersebut dan menanyakan perihal uang palsu yang saya beli. Saya sampaikan uang palsu tersebut telah saya tabungkan dan tidak ada masalah. Kemudian orang tersebut menawarkan apakah mau membeli lagi, lalu saya teringat janji kepada kedua anak saya untuk membelikan masing masing sebuah Ipad 2, namun karena harga yang masih selangit, janji itu belum bisa saya wujudkan. Sekarang dengan modal dua juta saya bisa mewujudkan janji tersebut. Saya sampaikan orang tersebut bahwa sekarang saya akan mencoba sebesar dua juta. Setelah memberikan uang palsu dua puluh juta orang tersebut pergi. Sore harinya bersama kedua anak saya pergi ke Apple Store dan membeli 2 unit Ipad 2 . . . TIDAK ADA MASALAH !!

Logika saya semakin crowded . . . lalu saya sampaikan kepada istri untuk menjual  satu satunya rumah yang kami miliki. Pada mulanya istri menentang keras, namun setelah saya berikan penjelasan akhirnya istri saya jadi tergiur. Bu . . . rumah ini kan pernah ditawar 250 jt . . . nanti yang 50 jt simpan sama ibu dan yang 200 jt akan bapak belikan uang palsu 2 miliar. Bayangkan dalam waktu sekejap kita bisa untung 1,8 miliar . . . sampai 100 tahun banting tulang pun bapak tidak akan dapat memperoleh uang sebanyak itu.

Beberapa hari kemudian orang tersebut datang kembali, saya sampaikan rencana untuk membeli uang palsu senilai 2 miliar sambil saya tunjukkan 200 jt hasil penjualan rumah kami. Orang tersebut meminta waktu seminggu untuk mencetak lagi uang palsu karena stock uang palsu yang sisa tinggal 10 jt saja. Karena sudah gelap dengan bayangan keuntungan 1,8 miliar yang akan diterima, saya serahkan uang 200 jt saya kepada orang tersebut. Sebelum pergi orang tersebut menyerahkan uang palsu sisa senilai 10 jt sambil berkata: ini pak sisa uang palsu saya . . . saya berikan untuk bapak . . . minggu depan saya bawakan 2 miliar uang palsu bapak. Sambil makan di restoran terkenal bersama istri dan anak-anak dengan uang palsu 10 jt yang diberikan orang tersebut tadi siang . . . saya membayangkan terus keuntungan 1,8 miliar . . .

Seminggu berlalu . . . orang tersebut belum datang. Minggu kedua . . . belum datang juga. Sebulan berlalu . . . orang itu belum juga datang . . . dan tidak pernah terlihat lagi batang hidungnya setelah itu. Keharmonisan keluarga terganggu sejak saat itu . . . lalu iseng iseng saya memeriksakan selembar dari uang palsu 10 jt terakhir yang saya terima . . . saya sangat kaget ketika petugas di Bank Indonesia mengatakan bahwa uang tersebut ASLI . . . pantas saja tidak ada masalah selama ini. Saya berpikir untuk melaporkan masalah ini ke Polisi . . . tapi logika saya yang mulai normal mengatakan JANGAN . . . karena sama saja menyodorkan diri terlibat PEREDARAN UANG PALSU.

Tentang kesaksian yang disampaikan dik Eko (entah nama benar atau bukan), sejak jaman dahulu memang sudah banyak rumor semacam itu. Pada awalnya saya rada rada percaya . . . namun setelah saya merasakan sebagai organik Seskoad dan memahami proses seleksi dari A sampai Z, saya menyimpulkan bahwa hal tersebut peluangnya sangat kecil untuk dapat dilakukan.

Yang mungkin terjadi adalah . . . seseorang menawarkan bahwa ada pejabat berpengaruh di Seskoad yang bisa mengatur hasil seleksi dengan imbalan sejumlah dana, mereka biasanya memberi jaminan kalau tidak masuk uang akan dikembalikan (biasanya tidak dikembalikan 100 %). Selama proses seleksi orang tersebut mungkin saja menitipkan para calon kepada orang dalam, mungkin juga tidak sama sekali. Sebenarnya orang dalam yang dititipi pun saya yakin tidak dapat berbuat apa apa dalam mempengaruhi proses seleksi, bahkan termasuk Danseskoad sendiri. Ketika calon yang dititipkan lulus sebenarnya bukan karena lobby orang tersebut namun semata karena kemampuan si calon sendiri. Apabila calon tidak lulus uang dikembalikan sebagian dengan alasan sebagian lagi telah digunakan untuk ini untuk itu. Calon yang tidak lulus bukan karena orang tersebut gagal melobby orang dalam, melainkan karena kemampuan calon yang tidak memenuhi syarat. Jadi ini semacam modus penipuan  seperti cerita diatas.

Saya berani mengatakan ini karena saya mengalami langsung baik sebagai perumus soal, penguji soal hingga pemeriksa hasil karya Casis.

Proses Perumusan Soal.

     Menjelang Seldik Seskoad, lembaga menyeleksi dari sejumlah Dosen dan Patun siapa siapa yang akan didudukkan sebagai tim perumus soal (soal teori maupun aplikasi). Dalam Surat Perintah Danseskoad sudah ditentukan siapa perumus soal teori (Taktik, Dinas Staf, Binlat, Pengum dan Bhs. Inggris), Aplikasi (Taktik dan Dinas Staf), serta Karmil. Masing-masing tim selanjutnya diperintahkan untuk membuat beberapa paket soal (3-4 naskah soal, atau lebih tergantung perintah Danseskoad).

     Sejak 3 tahun terakhir setiap naskah dibagi menjadi 4 paket soal (paket A s/d paket D). Pada dasarnya soal dalam naskah adalah sama, kemudian dipecah kedalam paket dengan merubah letak persoalan, misal: pertanyaan no.1 (Pilihan Tunggal) di paket A ditempatkan pada pertanyaan no.5 di paket B, no.9 di paket C dan no.4 di paket D. Pembuatan paket ini adalah untuk meminimalisir aktifitas contek mencontek saat pelaksanaan ujian. Untuk persoalan teori, dibagi kedalam 4 macam persoalan, yaitu: 15 soal pilihan Benar – Salah, 15 soal pilihan Berganda Tunggal, 10 soal pilihan Berganda Tunggal dan 10 soal pilihan Analisis Kasus. Apabila masing-masing tim pembuat soal teori membuat 4 naskah soal, maka mereka akan menyiapkan 200 soal (yang sama sekali baru).

     Dalam pembuatan soal, tim ditempatkan disebuah ruang isolasi yang hanya dapat dimasuki oleh Tim perumus soal serta Danseskoad. Perumus soal tidak diperbolehkan membawa HP, alat tulis, catatan, kertas kedalam ruangan. Semua kebutuhan sudah disiapkan di dalam ruangan, termasuk semua referensi yang dibutuhkan. Saat masuk ruangan akan digeledah oleh petugas pengamanan demikian juga saat keluar ruangan. Pada tahap perumusan soal, tim perumus belum membuat jawaban persoalan, melainkan hanya menandai dalam persoalan dengan memberikan catatan bahwa jawaban dapat dilihat di buku referensi anu halaman anu. Jadi bila saat ujian seleksi ada yang mengatakan bahwa jawaban persoalan bocor, sangat tidak mungkin, karena jawabannya sendiri belum dibuat. Jawaban persoalan sendiri baru dibuat setelah pelaksanaan ujian seleksi, sebelum proses pemeriksaan hasil karya Casis.

     Setelah perumusan soal selesai, masing-masing tim secara bergantian akan memaparkan soal yang dibuat kepada Danseskoad. Pada kesempatan ini Danseskoad bisa mengkoreksi bahkan mengganti soal yang telah dibuat oleh tim perumus. Paparan ini dilaksanakan secara tertutup, hanya diikuti tim perumus soal terkait dan Danseskoad. Setelah seluruh tim selesai memaparkan, akan dilakukan penggandaan persoalan dilakukan oleh Sekretaris Seldik, diawasi oleh personel Spamad dan Spersad. Setelah penggandaan soal selesai, seluruh naskah soal disegel, dimasukkan kedalam koper sesuai jumlah Casis di masing-masing rayon pengujian.

Proses Ujian Seleksi.

 ( bersambung . . .)

15 komentar:

  1. Pak Heri, sampai kapanpun anda akan membela dan menutupi Kebusukan Senior dan Institusi anda.
    Sdh lagu lama di negeri ini, tdk ada jiwa ksatria dan hny kumpulan pengecut.
    TIDAK ADA YG TIDAK MUNGKIN DI NEGERI INI...APALAGI BILA UANG SDH BERBICARA....Saya mau tanya...berapa gaji seorang Jendral? 100jt?
    1 milyar? sy rasa TIDAK MUNGKIN. Tapi bisa memiliki kekayaan BERMILYAR-MILYAR...DARIMANA UANG TSB DIDPT? Jujurlah Pak, Percuma bermain Kata2...SUDAH BASI DAN BASI...ANDA HNY MENEBARKAN KEBOHONGAN DEMI SENIOR ANDA...
    Sy jawab JUDUL tulisan anda, Tawaran Lolos Seleksi Sesko...PASTI ADA KOLUSI DAN UANG YG BEREDAR. Bukan lewat CALO pak. YBS sendiri MEMINTA UANG YG DIA MAU....INI ADA BUKTI DAN REKAMAN PEMBICARAAN...JADI BUKAN HNY KATANYA......

    BalasHapus
  2. Dik .. Bang .. Pak Anonim, terimakasih komentarnya yang sangat bersemangat. Mohon maaf bila saat ini saya tidak lagi melihat Benar - Salah sebagai ujung ekstrim dari suatu garis linear, melainkan melihatnya dalam suatu garis lingkaran yang tidak berujung dan berpangkal (dahulu saya masih menempatkannya dalam suatu garis linear). Saya menghargai pilihan anda untuk menghakimi siapa saja yang menurut penilaian anda SALAH, namun alangkah baiknya bila bisa menghargai pandangan yang berbeda dengan anda.
    Sejak kecil saya diajari untuk tidak menghakimi seseorang, saya hanya menerima dogma itu bulat-bulat tanpa berusaha mengerti mengapa demikian. Ketika beranjak dewasa saya mulai sedikit mengerti kenapa kita tidak boleh menghakimi seseorang, yaitu setelah saya mengetahui tentang hukum. Seorang yang tertangkap basah mencuri TIDAK DAPAT DIHAKIMI dan dinyatakan BERSALAH secara serampangan sekalipun oleh seorang yang sehari-harinya adalah Hakim. Putusan BERSALAH hanya dapat diberikan oleh Hakim melalui PROSES PERSIDANGAN dalam persidangan yang lengkap dengan segala perangkatnya. Selepas saya melalui usia 40 tahun saya baru mengerti secara sesungguhnya (menyadari) mengapa saya tidak boleh menghakimi seseorang. Alasan yang paling hakiki adalah karena secara spiritual didalam diri (hati) setiap manusia ada percikan Dzat Ilahi (menurut pandangan muslim), ada Roh Kudus (menurut pemahaman Kristiani)yang adalah "TUHAN ITU SENDIRI". Jadi ketika saya menyalahkan seseorang, saya sebenarnya sedang menyalahkan TUHAN. Ketika saya menghakimi seseorang, maka saya sedang menghakimi TUHAN. Ketika saya melayani seorang peminta-minta dina, sebenarnya saya sedang menjamu TUHAN.
    Proses evolusi diri kita ditandai dengan peningkatan kesadaran kita (dari yang terendah yaitu kesadaran fisik hingga yang tertinggi kita sadar akan Roh/diri sejati kita). Agama sendiri selama ribuan tahun belum dapat mewujudkan pada sebagian besar umat manusia, hanya sebagian kecil saja yang berhasil menyadarinya.
    Sekalipun telah berlalu ribuan tahun, hingga saat ini sebagian besar kaum Nasrani masih sangat membenci Yudas Iskariot, karena penghianatan yang dilakukannya membuat Yesus ditangkap dan disalibkan. Namun saya melihat bahwa PENGHIANATAN Yudas adalah bagian dari RENCANA BESAR TUHAN menebus dosa manusia melalui KEMATIAN YESUS. Bayangkan ... seandainya saja Yudas TIDAK BERHIANAT ... Yesus tidak jadi MATI dan DISALIBKAN ... manusia tidak ditebus dosanya. Dalam kasus Yudas merupakan contoh bahwa Salah dan Benar adalah SALING MELENGKAPI seperti didalam garis lingkaran yang telah saya jelaskan. Bagaimana juga kita mengetahui dan merasakan TERANG bila kita tidak bisa mengetahui dan merasakan apa itu GELAP, namun kerena sebagian besar manusia menempatkan TERANG dan GELAP, JUJUR dan KORUP, BENAR dan SALAH dalam suatu garis linear dan bukan garis lingkaran, manusia ada memilih TERANG, JUJUR dan BENAR namun lebih banyak lagi yang jatuh kedalam GELAP, KORUP dan SALAH.
    Jadi kembali kepada persoalan kita ... terserah kepada kita apakah kita memilih untuk mengambil hikmah ataukah kita teruskan menghakimi. Tidak ada yang salah dengan keduanya, karena pada hakekatnya manusia sedang berevolusi. Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg dibicarakan ini hny Kemunafikan Pak. Sy tau didlm hati anda yg paling dalam, anda mengetahui persis dan mengakui adanya proses titip menitip itu..Itu sudah Lagu Lama pak..masyarakat awam pun tau, apalagi organik seskoad.
      Tlg Bpk Jawab pertanyaan sy lalu,
      1. BERAPA GAJI SEORANG JENDRAL? BINTANG 4 SEKALIPUN.
      2. DARIMANA KEKAYAAN YG MELIMPAH YG DIMILIKI SEORANG JENDRAL? KRN YG PASTI SEORANG ANGGOTA TNI AKTIF DILARANG BERBISNIS.

      Itu saja pak. Tlg jawab pertanyaan sy dgn KEJUJURAN.
      Wassalam.

      Hapus
    2. Dik Anonim ....
      Saya akan coba jawab pertanyaan dik. Yang pertama, tolong tanyakan ke Juyar yang lebih tahu pasti, karena saya sendiri tidak ingat berapa tepatnya gaji saya. Kekayaan melimpah seorang Jenderal saya tidak tahu persis, tapi yang jelas kekayaan saya pribadi lebih dari 2 trilliun. Jadi kalau Jenderal punya kekayaan puluhan bahkan ratusan miliar, menurut saya masih belum seberapa . . . saya aja Kolonel punya kekayaan (bila diuangkan) lebih dari 2 trilliun.

      Saya ingin menjelaskan sedikit tentang kekayaan saya tersebut. Suatu ketika ada penelitian untuk meniru fungsi mata manusia. Ketika ada benda yang akan membahayakan mata, kelopak mata bisa melakukan gerakan reflek untuk menutup kelopak mata, tim riset membuat sensor yang bisa meniru gerakan reflek tersebut. Mata manusia juga bisa menangkap dengan baik kepakan sayap burung yang terbang, daun yang jatuh, hijaunya dedaunan, da dalam mata ada kelenjar yang memproduksi air yang bisa digunakan melumasi mata, luar biasanya saat dalam emosi tertentu air ini bisa mengalir tanpa terbendung. Para peneliti membuat perangkat dan program yang bisa meniru seluruh kehebatan yang bisa dilakukan oleh mata kita. Dibutuhkan ruangan sekitar 200 m2 untuk meletakkan berbagai peralatan, ribuan sensor, ratusan program yang bila dikonversi kedalam nilai uang sekitar 750 miliar. kalau untuk meniru 1 buah mata saja nilainya 750 miliar, berarti kedua mata saya nilainya 1,5 trilliun. Berapakah nilai kedua telinga saya ... hidung saya ... indera saya lainnya .... Saya juga memiliki mesin terhebat yang pernah dibuat di muka bumi ini ... JANTUNG saya. Setiap detik mesin ini memompa 4000 cc darah di dalam tubuh saya, berarti dalam 1 jam mesin ini memompa 14.400.000 cc atau 14.400 liter darah ... dalam sehari mesin ini memompa 345.600 liter darah. Yang sangat luar biasa, mesin yang ada di dada saya ini telah memompa lebih dari 6 miliar liter darah sejak saya dalam kandungan hingga saat ini dan TIDAK PERNAH BERHENTI barang SEMENITPUN. Bahkan mobil Roll Royce keluaran terbaru seharga 10 miliar lebih tidak mampu menandingi kehebatan dan ketahanan mesin yang luar biasa ini.

      Jadi dik anonim ... pepatah " Diam Itu Emas " saya sudah lalukan dan rasakan (peralihan kesadaran). Saya sarankan dik untuk merasakan apa yang saya rasakan .... keindahan dunia ini tidak ada apa apanya ketika dik merasakan kesadaran yang lebih tinggi. Demikian juga ketika dik berada dalam kesadaran yang lebih tinggi ... akan tersenyum sipu saat kenangan akan kebencian ... kejengkelan ... dimunculkan kembali dalam bentuk energi. Kuncinya yang tadi saya sampaikan ... " DIAM ITU EMAS ". Selamat mencoba.

      Hapus
  3. Tentang titip menitip so pasti ada. Yang jadi persoalan adalah orang yang menitip. Kalau dia yakin dengan DIRINYA ngapain pake nitip segala. Lalu juga kenapa harus meributkan orang yang melakukan titip dan menerima titipan, itu masalah pilihan (pribadi) dan ada resiko (yang dipikul pribadi). Apa yang disampaikan Kang Marjaga menurut pandangan saya yang juga belum lolos lolos Seskoad sampai detik ini sangat menyejukkan kesadaran saya. Saya pikir juga dunia ini tidak hanya selebar daun kelor, demikian juga perihal Seskoad ini. Benar kata Kang Heri, easy going saja ngapain habisin energi untuk menyesali diri dan keberhasilan orang lain. Benar kata pepatah bahwa keberhasilan yang sebenarnya bukanlah saat kita berhasil merebut sesuatu melainkan saat kita mampu bangkit kembali dari masalah/kegagalan yang kita alami. Terimakasih mas Heri atas pencerahannya ... Wassallam.

    BalasHapus
  4. saya setuju dgn semua pandangan dan penjelasan abgda. mhn info dan penjelasan buat seleksi susreg kedepan bang, sepertinya ada kebijakan pimpinan dan perkembangan yang positif serta kearah yang lebih baik. mungkin dapat menjawab semua permasalahan yang ada

    BalasHapus
  5. pak saya seorang pelajar SMK ,izin bertanya ,apakah saya bisa masuk seskoad?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dik Fazar ... siapa saja bisa masuk ke Seskoad ... tetapi untuk mengikuti pendidikan Seskoad sdh diatur syaratnya ... kalau untuk menjadi anggota Seskoad juga sangat bisa ... ada mekanisme rekruitmen nya ...

      Hapus
  6. Takdir setiap manusia sudah ada sebelum manusia lahir kedunia ini. Semua yang ada di dunia ini hanyalah panggung sandiwara. Tidak ada manusia yang dapat menentukan kebenaran yang hakiki. Karena kebenaran yang hakiki adalah milik Allah SWT. Jadi kita sebagai manusia hanya menentukan benar dan salah dari sudut pandang yang berbeda beda sehingga kita sulit untuk menerima satu dengan yang lainnya. Apapun yang telah terjadi di alam ini sdh merupakan ketentuan Allah SWT. Hilangkan pikiran negatif rasa iri dan dengki karena semua itu akan menyakiti diri kita sendiri dalam menjalani hidup di dunia ini. Semoga bermanfaat bagi semuanya.

    BalasHapus
  7. masalah pendidikan kedinasaan yang akan mencetak kepemimpinan suatu intitusi memang menjadi perdebatan memang begitu adannya dan harus kalau mau maju tetapi masalah sogok menyogok untuk bisa masuk adalah perdebatan ada dan tiada (To be and Not To be) karena pendidikan tersebut akan diarakan pada jenjang jabatan yang lebih tinggi, yakinkanlah jika hasil akan terlihat sampai tujuan dimana yang menyogok dan tidak menyogok. akan terlihat dari hasilnya yakni akankah pendidikan tersebut sesuai dengan tujuannya yakni menjadi pimpinan (Bintang) dari institusi tersebut. kalau tidak harus di pertanyakan lagi ?, Bravo Seskoad tetap Jaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya baru menulis tentang Dikreg Seskoad Virtual yang mudah-mudahan bisa menjembatani keinginan para perwira untuk mengenyam pendidikan Seskoad ... mari kita sharing tulisan terbaru saya di blog ini ... terimakasih ...

      Hapus
  8. Salut dgn Abang satu ini....mampu membuat trik yg hebat sehingga para pembaca selalu menunggu-nunggu kelanjutan/sambungan tulisan abang yg ini....Bayangkan, sudah 2 tahun Bang! Tapi blm jelas apakah berlanjut atau tidak....bikin penasaran aja Abang ini.
    Mudah2-an Abang msh mau berbagi informasi pada adik2-nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dik Hazwan ... Maklum di Papua internet sering lelet, padahal kalau sedang mood menulis tiba tiba internet error, akhirnya moodnya hilang ... Tapi mudah-mudahan kedepan ini moodnya sdh lebih bisa bertahan mengingat banyak permasalahan-permasalahan organisasi tercinta ini yang menarik untuk kita bahas ... Tks sdh mengingatkan ... Salam Hormat.

      Hapus
  9. BANG HERI INI MMG PINTER OMONG DAN NGELES....PERTANGGUNGJAWABKAN SEMUA KEBUSUKANMU DI DPN ALLAH SWT.....

    BalasHapus

Tuliskan pertanyaan anda disini.