10 Maret 2009

Analisa Tugas Pokok

Perhatian !! 

Dalam ujian seleksi para Casis bertindak hanya   sebagai Staf Brigif atau Danyonif sehingga produk Casis hanya berkisar pada 2 subyek itu saja. ATP adalah produk Komandan, dihadapkan pada subyek diatas, Casis akan bertindak sebagai Danyonif (TIDAK MUNGKIN SEBAGAI DANBRIGIF). Hal yang sangat sering terjadi, Casis tidak mengerti bertindak sebagai apa saat mengerjakan persoalan ATP.

Teori Dasar: (Bujuklap ttg Komando Pengendalian Operasi - Skep Kasad No:Skep/34/I/1986 Tgl 14 Januari 1986)

1) ATP merupakan langkah perencanaan yang dilakukan oleh Komandan dalam rangka menemukan dan memahami tugas yang akan dilaksanakan. Hal yang perlu diperhatikan adalah: Apa tugas yang harus dilaksanakan; Apa tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan tugas; dan apa kendala yang dihadapi satuan.

CATATAN: Kendala yang dihadapi satuan dasar pertimbangan untuk mencari tugas terkandung.

2) Tupok dapat berupa tugas yang datang dari suatu atasan (Tugas Limpahan) atau tupok yang ditemukan sendiri oleh Komandan melalui suatu deduksi (proses penelaahan dari umum ke khusus berdasarkan pengetahuan ttg masalah yang ditelaah).

3) Sesudah menerima tupok, Komandan menganalisa tupok tersebut, yaitu suatu proses yang sama dengan analisa masalah, dengan langkah-langkah sbb:

     a)  Tugas Dikhususkan.

(1)  Pertama kali, Komandan akan menemukan beberapa tugas dari tupok yang diterima. Beberapa tugas tsb disebut tugas dikhususkan (Tusus)

(2)  Perincian tusus didapat dari PO satuan atasan. Pada fasal 2 (Tupok)  tentang “Apanya” (dalam arti yang luas seperti menyerang, bertahan, dsb) juga tentang “Bilamananya” (mulainya atau saat mulai operasi, atau “ Hari H jam J” , pada operasi-operasi tertentu ditemukan pula lamanya operasi). Pada pasal 3 (Pelaksanaan) yang ditujukan khusus pada satuan bersangkutan. Pada fasal ini akan ditemukan tugas/kegiatan yang harus dilakukan oleh satuan ybs dan merupakan penjabaran dari Konsep Operasi (pasal 3a PO). Selanjutnya lihat pada pasal 3 terakhir (Instruksi Koordinasi), pada sub fasal ini dapat ditemukan saat atau waktu mulainya operasi “Hari H jam J” dan lamanya operasi bila tidak ditemukan pada pasal 2 (Tupok satuan atasan). Selain itu Tusus juga dapat diperoleh dari lampiran atau sub lampiran yang merupakan tugas atau kegiatan yang harus dilakukan atau daerah operasi (tanggung-jawab), apabila kurang jelas pada PO dan tugas atau kegiatan yang dianggap penting untuk dilaksanakan. (Untuk point yang terakhir ini, sangat jarang digunakan untuk merumuskan tusus pada persoalan ATP Casis).

CATATAN: Yang tidak perlu dimasukkan dalam Tusus antara lain: Tugas atau kegiatan yang sudah merupakan keharusan dilakukan pada setiap pelaksanaan operasi (misal: koordinasi, dsb); Pemberian atau penerimaan kekuatan pasukan apabila hal ini dimasukkan pada fasal 3 b dan seterusnya. Rumusan Tusus: A-Bi; A-Di; A-Bi-Di.

    b)  Tugas Terkandung.

(1)  Selama menganalisa tupok, biasanya Komandan mencari dan menemukan beberapa tugas lain diluar tusus yang dianggap perlu dilaksanakan demi tercapainya pelaksanaan tupok. Tugas-tugas yang didapatkan ini selanjutnya dinilai dan dianalisa apakah mempunyai nilai langsung atau tidak terhadap pencapaian tugas secara keseluruhan. Bagi yang mempunyai nilai langsung terhadap pencapaian tugas secara keseluruhan dimasukkan sebagai tugas terkandung.

(2)  Salah satu cara untuk menilai apakah tugas yang didapat merupakan tudung atau mempunyai nilai langsung, diukur dengan kriteria: Tidak doktriner, tidak menjadi tugas atau kegiatan yang otomatis harus dilaksanakan pada setiap operasi, seperti: tindakan pengamanan, koordinasi,dsb; Berpengaruh langsung terhadap pencapaian tugas secara keseluruhan; Tidak variabel dan dominan pada pencapaian tugas secara keseluruhan.

CATATAN: Pada satuan dibawah Brigade jarang terjadi dalam penganalisaan tupok menemukan tudung, mengingat tupok dari markas atasannya sudah cukup terperinci. Namun dalam ujian seleksi biasanya dimunculkan untuk menggali proses berpikir Casis dalam membuat analisa. Namun dalam OMSP tidak menutup kemungkinan satuan setingkat Batalyon menemukan tudung, mengingat tupok yang diberikan lingkupnya luas.

KIAT: Untuk mendapatkan tugas lain yang berpotensi sebagai tugas terkandung, cobalah teliti setiap tusus. Apabila ada permasalahan dengan tusus maka kemungkinan ada tugas lain yang berpotensi sebagai tudung. Untuk mengetahui apakah tugas lain tersebut memiliki nilai langsung terhadap pencapaian tugas secara keseluruhan maka dapat kita uji dengan persyaratan suatu tudung. Tugas lain dapat dimasukkan sebagai tudung apabila memenuhi seluruh persyaratan tersebut. Dalam menemukan tudung agar mencermati benar-benar peta yang dilampirkan dalam persoalan.

     c)  Tugas Nyataan Kembali (Tunyali).

Tunyali disusun dengan menyebutkan tusus dan tudung menurut urutan kronologis pelaksanaannya. Tunyali harus memuat unsur-unsur Si-A-Bi-Di-Me.

 

CONTOH ATP DALAM SERANGAN

Ilustrasi: Brigif Manakutau sedang melaksanakan pertahanan di GPA (Garis Pertahanan Akhir) dalam rangka operasi pertahanan wilayah Komstra Garuda. Brigif  Jagoan adalah cadangan Komstra, mendapat tugas untuk menyerang sisa kekuatan musuh yang sedang bertahan sementara di sekitar Garagara kompleks. Musuh juga menempatkan 1 Ton di Ktg. Manis dan 1 Ton di Ktg. Asam. Yonif Alfa adalah unsur Brigif Jagoan bergerak di petak kiri Brigif.

1. Tupok Limpahan. Yonif Alfa dengan perkuatannya menyerang pada 100500 MEI 2009 di Garagara Kompleks (KV.1234), menghancurkan musuh dalam sektor, merebut dan menduduki Ktg. Manis dalam rangka operasi serangan Brigif Jagoan.

2. Tugas Dikhususkan (Tusus)

    a.  Menyerang pada 100500 MEI 2009 di Garagara Kompleks (KV.1234). {A-Bi-Di}

    b. Menghancurkan musuh dalam sektor.                                               {A-Di}

    c. Merebut dan menduduki Ktg. Manis.                                                {A-Di}

Waspadai !! Dalam rangka operasi serangan Brigif Jagoan bukan merupakan Tusus.  {Me}

Selanjutnya untuk mengetahui apakah ada Tudung, telitilah satu persatu Tusus tersebut. Setelah memeriksa peta dan situasi medan ditemukan permasalahan untuk melaksanakan Tusus (a). Permasalahannya adalah adanya Yonif Kemiri yang sedang melaksanakan pertahanan di petak kiri Brigif Manakutau. Dalam hal ini ditemukan tugas lain, yaitu: Melintasi Yonif Kemiri. Ujilah tugas tersebut dengan persyaratan Tudung. Pada point 3, nyatakan apa Tudungnya serta berikan alasannya. Apabila pada Tusus (b) ditemukan permasalahan, ujilah seperti halnya pada Tusus (a). Demikian juga untuk Tusus (c).

3. Tugas Terkandung: Melintasi Yonif Kemiri.

Alasan:

a. Dominan. Melintasi Yonif Kemiri memerlukan perencanaan yang matang, pelaksanaan harus terkoordinasi secara cermat. Apabila pelintasan tidak dapat dilakukan sesuai rencana maka akan berpengaruh terhadap waktu penyelesaian tugas pokok, oleh karenanya melintasi Yonif Kemiri bersifat dominan.

b. Tidak Variabel. Tidak ada pilihan lain/jalan lain bagi Yonif Alfa untuk melaksanakan serangan selain harus melintasi Yonif Kemiri, sehingga melintasi Yonif Kemiri memenuhi persyaratan tidak variabel.

c.  Berpengaruh Langsung. Melintasi Yonif Kemiri apabila tidak terlaksana akan mengganggu pelaksanaan tugas pokok Yonif Alfa, oleh karenanya melintasi Yonif Kemiri berpengaruh langsung terhadap penyelesaian tugas pokok Yonif Alfa.

d. Tidak Doktriner. Tugas bersifat doktriner tidak memerlukan perintah dan pengaturan tersendiri untuk pelaksanaannya, dapat dilakukan secara otomatis seperti halnya tugas pengamanan dan koordinasi. Namun tugas melintasi suatu satuan  sifatnya situasional, tidak selalu terjadi dalam setiap pelaksanaan operasi sehingga tidak dapat secara otomatis dilaksanakan, perlu perintah dan pengaturan tersendiri untuk melaksanakannya.

CATATAN:

  • Untuk melaksanakan Tusus a (Menyerang pada 100500 MEI 2009 di Garagara Kompleks (KV.1234) diperoleh masalah, yaitu pasukan tidak dapat menyerang karena ada pasukan kawan di depan. Diperoleh tugas lain, yaitu: melintasi Yonif Kemiri.
  • Setelah diuji dengan persyaratan tudung, tugas lain: melintasi Yonif Kemiri memenuhi syarat untuk dijadikan tudung.
  • Tugas terkandung dalam serangan antara lain: melintasi satuan, mengamankan jembatan (sudah jarang dimunculkan), menguasai ketinggian (sudah jarang dimunculkan), membuat jalur terobosan lapangan ranjau (belum pernah dimunculkan).
  • Tugas terkandung dalam pertahananantara lain: melindungi (pemunduran) satuan.
  • Tugas terkandung dalam aksi hambat antara lain: melindungi (pemunduran) satuan.

4.  Tugas Pokok Nyataan Kembali (Tunyali)

Yonif Alfa dengan perkuatannya melintasi Yonif Kemiri, menyerang pada 100500 MEI 2009 di Garagara Kompleks (KV.1234), menghancurkan musuh dalam sektor, merebut dan menduduki Ktg. Manis dalam rangka operasi serangan Brigif Jagoan.

CATATAN:

  • Sesuai teori, penyusunan Tunyali disusun dengan menyebutkan tusus dan tudung menurut urutan kronologis pelaksanaannya, sehingga tugas terkandung melintasi Yonif Kemiri ditempatkan sebelum menyerang pada . . .dst.
  • Apabila tugas terkandung lebih dari 1 (biasanya dalam serangan) maka penyusunan tunyali tetap disusun sesuai urutan kronologis pelaksanaannya.
  • Dalam pertahanan biasanya tugas terkandung adalah melindungi (pemunduran) satuan. Terkadang terjadi diskusi yang berkepanjangan manakah yang ditulis lebih dahulu lebih dulu bertahan atau melindungi (pemunduran) satuan. Untuk mencegah kebingungan dalam menentukannya, coba diurai dari tusus yang ada. Tusus mana yang bermasalah sehingga diperlukan tugas lain yang dapat dijadikan tudung.


1 komentar:

  1. bgm po dan susunan tugas yang baik bang?

    BalasHapus

Tuliskan pertanyaan anda disini.